/home/smkn62jkt/public_html/e-perpus.smkn62jkt.sch.id/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:615 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Langit Kresna Hariadi%" ]
Suasana Kotaraja bagai api dalam sekam. Di balik sejuk semilirnya angin, tersembunyi bahaya yang mengancam, siap menerkam bersamaan ayunan tangan. Namun, hanya beberapa orang yang menangkap suasana itu. Sebagian lainnya telah kehilangan rasa curiga yang semula ada.
Singasari hancur dalam semalam. Prabu Kertanegara mangkat dan putri-putrinya terpaksa lari menyelamatkan diri dengan dikawal Raden Wijaya dan Bala Sanggrama. Pada waktu bersamaan, pasukan Kediri beringas menyusuri desa demi desa mengejar para pelarian Singasari. Siapapun yang ketahuan membantu para pelarian tak mungkin luput dari tebasan pedang para prajurit yang dirasuki dendam itu.
Damai yang senantiasa menyelimuti tiba tiba koyak. Lelap pelukan mimpi tidak mungkin dituntaskan karena genderang perang membangunkan isi kehidupan majapahit.
Senyap pendapa bale manguntur mendengar sumpah yang disaksikan matahari yang panas menggila. Semua orang masih terpesona pada jejak sumpah yang di ucapkan gajah mada sumpah itu memang layak disebut mengerikan.
Dengan kebebasan yang aku miliki, aku bisa berada dimana pun dalam waktu lama tanpa harus terganggu oleh keinginan pulang. Lebih dari itu aku berharap apa yang aku lakukan itu akan menyempurnakan pilihan akhir hidupku dalam semangat hamukti moksa.